Budmel

Irsyad-> Fikro (Murid baru)

Feli-> Felio (Murid)

Celine-> Celino (Murid)

Worrent-> Wouwo (Murid)

Bryant-> Briano (Murid)

Karren-> Karreno (Guru)

————-

Pada suatu pagi di sekolah OUO, semua murid 10Beruang berkumpul di kelasnya menunggu sang guru untuk memasuki kelas dan memulai pelajaran. Ketika suara sepatu ibu guru terdengar, mereka semua mulai berhamburan untuk duduk di tempat masing-masing.

Ketika ibu guru masuk ke kelas, ia masuk bersama dengan seorang murid tak dikenal.

Guru : (Menghadap ke murid kelas 10Beruang dengan senyum) Selamat pagi anak-anak! pagi ini kalian kedatangan teman baru yang akan ikut belajar bersama kita.

(Menghadap ke murid baru) nak, silahkan memperkenalkan dirimu ke teman-teman baru mu.

Murid baru : (Grogi) H-halo teman-teman! Nama aku…. Fikro

Murid 10Beruang : (Tersenyum sambil melambaikan tangan ke arah Fikro) HALO FIKRO!!

Guru : Fikro, kamu boleh duduk di sebelah Wouwo. (Menunjuk ke arah kursi kosong disebelah Wouwo.)

Fikro berjalan ke arah sebuah bangku kosong dengan seorang murid yang duduk di sebelah bangku kosong tersebut.

Fikro : (senyum awkward gitu, sambil angkat tangan kayak orang nyapa) H-halo.

Wouwo : (tersenyum senyaman mungkin) Hai! Nama aku Wouwo. (mengulurkan tangan kanan)

Fikro : hai, nama aku Fikro. (menyambut uluran tangan Wouwo)

Wouwo, Felio, Celino, dan Briano adalah empat sekawan yang sangat akrab dan sangat memegang erat sikap sopan santun. Karena mereka melihat Fikro belum mempunyai teman, mereka mengajak Fikro untuk bergabung bersama mereka. Awalnya mereka mengira Fikro adalah anak yang baik dan taat pada aturan. Tetapi semua perilaku baik Fikro berubah 1 minggu setelah kepindahannya ke sekolah OUO. Ia bahkan sudah berperilaku dan berkata kasar.

Mereka ber 5 sedang menikmati makan siang sambil bercerita Felio mengucapkan sebuah candaan yang mengundang gelak tawa 3 teman yang lain termasuk Fikro.

Felio : (tell a joke, fel… anything..)

Fikro yang duduk di samping Felio tiba-tiba…

Fikro : (ketawa besar-besar sambil mendorong lengan Felio dengan cukup keras) HAHA! *sensor**!!sensor**sensor* lucu kali loh, *sensor*

Celino : (mengerutkan dahi) Ih! Kok kamu mukul perempuan sih?!

Briano : (tampang serius dan menegur) Fikro! Tolong jangan mukul perempuan!

Fikro : Apa urusannya sama kalian?! Feli yang kena kenapa kalian yang marah?!

Wouwo : Kok kamu ngomongnya kasar banget?

Fikro : (pergi ninggalin 4 sekawan gitu aja)

Sejak kejadian itu, Fikro mulai merasa bahwa semua teman-temannya menjauhinya..mulai tak ada yang mengajaknya makan siang bersama, bercerita bahkan menyapa-nya. Perlahan, ia mulai menyadari bahwa sikap dan kebiasaan yang ia bawa dari sekolah lama-nya itu salah dan tidak sopan. Ia merasa bersalah dan sedih. Ia menjadi murung dan tak bersemangat. Bahkan Wouwo sudah pindah tempat duduk yang sangat jauh. Ingin rasanya ia meminta maaf pada 4 sekawan.

———–

Keesokan harinya, Fikro sedang berjalan menuju kelasnya dengan kepala tertunduk. Tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya. Lantas Fikro membalikkan badannya.

Fikro : (Nada bicaranya kayak bingung campur terkejut gitu..) Wouwo? Celino?

Wouwo : (senyum yah!!) Hai.

Celino : (yang ini senyumnya lebih semangat yah! Seperti mengatakan kalo kamu itu orangnnya cerita dan kritis.) Hai!!

Fikro : (kepalanya nunduk! Posennya mirip waktu kena marah ms erna) Maafkan aku…

Celino : (pegang salah satu pundak si irsyad) Sudah lah… kami bukannya ingin menucilkanmu… kami hanya kecewa dan ingin membuatmu introspeksi dirimu. Kami hanay ingin kamu sadar kalo sikap kamu selama ini salah.

Wouwo : (angguk-angguk aja)….

Fikro : (tampang grogi gitu) Aku ingin meminta maaf pada Felio..

Celino & Wouwo : Yok! (Worrent lingkarin lengannya di pundak irsyad. Buat kayak kalian itu bener-bener dekat banget.)

Lalu mereka bertiga berjalan menuju kelas.

——–

Felio dan Briano sedang belajar bersama ketika mereka bertiga sampai di kelas. Lalu Fikro segera menghampiri keduanya.

Fikro : Teman-teman, aku ingin minta maaf pada kalian. Maafkan sikap aku selama ini yang kurang baik pada kalian.

Briani : tidak apa-apa, Fikro. Kami senang karna kamu sudah menyadari kesalahan kamu.

Felio : (Senyum ya fel J) bener tuh.

Fikro : Dan juga, aku minta maaf ya Felio untuk siang itu. Mulai sekarang aku berjanji untuk tidak menyakiti perempuan lagi.

Felio : Dimaafkan J.

Fikro : Terima kasih teman!!

Iklan

Halo dunia!

Ini adalah pos pertama Anda. Klik tautan Sunting untuk mengubah atau menghapusnya, atau mulai pos baru. Jika Anda menyukai, gunakan pos ini untuk menjelaskan kepada pembaca mengapa Anda memulai blog ini dan apa rencana Anda dengan blog ini.

Selamat blogging!